Rabu, 26 Februari 2014

Catatan islam : Marriage - Seeking a muslim spouse

Assalamualaikum...


Sumber gambar : (muslimness)

Menikah, hm, yap, posting kali ini saya tujukan untuk yang sedang menanti pasangan hidup. :D
Dalam islam yang membatasi pergaulan antara wanita dan pria, kadang kita bingung gimana caranya kita menemukan pasangan yang cocok. Memang, kadang 'kimia' dan kecocokan itu kita temukan dari ketemu, ngobrol-ngobrol, jalan bareng. Yah, itulah sesuatu yang lingkungan ajarkan sebelumnya kepada kita. Kayanya memang mesti dilalui tahapan itu, pdkt lah, terus jadian lah, terus putus lah, selingkuhlah, diselingkuhinlah, semuanya menganggap hal tersebut wajar dialami, bahkan mungkin ada yang bilang harus di alami sebelum menikah (atau setelah menikah, *ups).  

Tapi saat ini saya punya pandangan berbeda. Saya juga pernah khilaf sebelumnya, dan menganggap bahwa saya harus melakukan yang kebanyakan dari lingkungan saya lakukan untuk mendapatkan pasangan. Alhamdulillah, Allah menarik kembali tangan saya dan menyadarkan saya bahwa , yang orang lain lakukan bukanlah perintah-Nya. Lalu siapa yang harus saya ikuti? Allah ataukah lingkungan? Dengan pergulatan sengit antara pikiran dan hati saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti Allah, saya takut jika umur saya tidak panjang lagi dan harus menghadap Allah dengan segala dosa yang telah saya pilih untuk saya lakukan, apalagi dalam sebuah hubungan tentunya bukan hanya saya saja yang terlibat, seseorang disana akan saya libatkan dalam keputusan egois yang saya ambil. 


Lalu bagaimana cara yang benar dalam islam untuk proses pencarian pasangan ini? Haruskah kita hanya menunggu dan berdoa? Hm, itu lah pertanyaan saya, :D
Akhirnya, saya mencoba mencari tentang bagaimana islam mengarahkan semua muslim/muslimat untuk mencari pasanganganya. Karena islam adalah the way of life, pasti ada solusi untuk masalah se krusial ini dalam islam dan saya menemukan video yang sempat saya tonton tahun lalu ( tapi tahun lalu masih belum kena buat saya, masih jauh dari pikiran saya saat itu tentang menikah, :P ), mengenai bagaimana mencari pasangan dalam perspektif muslimah.
:)

Video tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama membahas "Where is he?" - Dimanakah ia? hha, dimanakah pangeran berkuda hitam itu?? :P . Bagian kedua membahas "Do's" , apa saja yang perlu kita lakukan dan bagian ketiga membahas "Don'ts", apa saja yang tidak boleh kita lakukan.

#1 Where is he?
Ya, pertanyaan yang sangaaat sulit di jawab karena kita hidup dengan latar belakang dan lingkungan sosial yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah percaya. Percaya terhadap apa? Percaya bahwa Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk kita. Masalah percaya ini seringkali kita lupakan, yah, saya juga sempat mengalaminya. Ketakutan saya untuk tidak mendapatkan jodoh atau berjodoh dengan orang yang tidak saya harapkan membawa saya untuk melupakan apa yang Allah perintahkan. Seperti halnya seseorang yang sudah hilang rasa percaya terhadap janji Allah.



Ada sahabat saya yang sudah mengharapkan pernikahan mungkin sejak saya pertama kali bertemu denganya dan sampai sekarang setelah 4 - 5 tahun berlalu, dia masih belum menikah. Tapi dia isi waktu sendirinya sebaik mungkin, Sepertinya memang Allah sedang memberi waktu lebih untuk sahabat saya itu agar bisa bermanfaat terhadap keluarga dan teman-teman sebelum akhirnya dia harus disibukan dengan rumah tangganya sendiri. Guys, semua ada di tangan Allah, percayalah. Allah tau mana yang terbaik. Bisa jadi kita akan menunggu untuk waktu yang cukup lama, namun jangan pernah, jangan pernah putus asa terhadap Allah SWT dan yakinlah Allah mengetahui yang terbaik.


Dan 'dia' , lets say potential brother, bisa berada dimana saja, di kampus, di kelas kursus, di kegiatan islam, di kantor, bisa jadi dimanapun bahkan ditempat yang tidak kita bayangkan sekalipun. Eits, tapi jangan sengaja masuk komunitas islam misalnya untuk mencari jodoh, niatnya harus bener ya.. Selain itu bisa juga dari keluarga, misalnya ada dari keluarga kalian yang menawarkan potential brother kepada kalian, coba lah memberi kesempatan, jangan mengabaikanya begitu saja, coba pertimbangkan penawaran-penawaran dari keluarga kita. 
Jika kita merasa sudah butuh menikah, maka kita tidak lantas diam menunggu, bisa dimulai dengan memperbaiki diri, meminta nasihat dari keluarga atau meminta sahabat, keluarga, orang terdekat untuk mengenalkan kalian dengan potential brother yang mereka ketahui.  Kita harus menceritakanya, kadang orang-orang terdekat tidak tau kalau kita sedang mencari pasangan.
Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kita melakukan pendekatan dengan potential brother tersebut? pdkt cara islam nih. :P Pdkt cara islam harus memiliki latar belakang yang benar , yaitu kita ingin mengenal dan meyakinkan diri bahwa kita cocok denganya untuk menikah.  

Lalu bagaimana caranya?

#2 Do's 

> Behave Respectably - Berperilaku sopan
Kita harus menempatkan diri dalam proses pengenalan ini dengan benar. Kita harus menghormatinya, dia belumlah menjadi suami kita, dia adalah seorang anak kebanggaan orantuanya, dia adalah calon ayah dan mungkin calon suami bagi wanita lain. Kitapun harus menghormati diri kita sendiri, kita adalah putri kebanggaan orangtua, kita adalah calon ibu dan mungkin calon istri bagi pria lain. Jadi, tempatkan diri kita sebaik mungkin, jangan sampai lepas kendali.
Tidak perlu seperti interview juga, kaku, terlalu formal. Santai saja tapi sopan. Beri batasan-batasan dalam proses tersebut. Apa saja batasanya? Kalian tentukan sendiri batasan tersebut, tentunya selain batasan yang telah ditetapkan Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu tidak berduaan, tidak ada kontak fisik, tidak memandang terus menerus satu sama lain, dan lain sebagainya. Itu mah sudah default.

> Compile a list of question based on your long term expectations
Buatlah daftar pertanyaan berdasarkan ekspektasi jangka panjang kita. Misalnya :



- Apa yang dia harapkan dari istrinya? Apakah semua pekerjaan rumah harus dilakukan oleh istri?
- Apakah dia ada niat berpoligami?
- Bagaimana dengan pendapatnya jika istri bekerja?
- Bagaimana dengan kondisi keuanganya?
- Bagaimana dengan pendapatnya jika istri ingin melanjutkan pendidikan keluar negeri?
- dsb..
Sesuaikan dengan ekspektasi kalian.
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan langsung kita hajar dipertemuan pertama untuk dia jawab, tapi bisa pelan-pelan kita temukan dari percakapan yang kita lakukan. Tinggal kita arahkan menuju pertanyaan tersebut. Tapi sebelumnya, bisa kita pelajari dulu apa hak dan kewajiban baik istri maupun suami, sehingga kita tau betul dalam menikah nanti apa yang harus kita lakukan. Daftar pertanyaan tersebut bisa kalian rubah atau sesuaikan sepanjang proses pengenalan dengannya.
Dalam proses pengenalan ini, usahakan terdapat semacam kompromi di dalamnya. Ketika kita mencoba mencari tau tentang pola fikir dan sudut pandangnya mengenai ekspektasi kita, berikanlah waktu untuk berdiskusi. karena nantinya, dia dan kita akan menjadi tim, satu tim harus memiliki semangat bekerja sama, musyawarah dan kompromi. Sesuaikan dengan prioritas, jika ekspektasi tersebut menurut kalian prinsip sekali dan tidak bisa dikompromi lagi, katakanlah. Mungkin kalian memang bukan jodoh yang Allah tetapkan.

Ketika kita merasa harus memutuskan sesuatu, lakukan lah shalat istiharah. Klik Link ( http://catatancokelat.blogspot.com/2014/02/catatan-islam-istikharah.html ) untuk mengetahui lebih lanjut tentang istikharah.


#3 Don'ts

> Be alone with him
O.. O.. 
Jangan berduaan. 
The Prophet said: “Whenever a man is alone with a woman the Shaytan makes a third” (Tirmidhi).
He also advised men: “Not one of you should meet a woman alone unless she is accompanied by a relative within the prohibited degrees” (Bukhari, Muslim).

Jadi, jangan izinkan setan masuk kedalam diri kita. Berduaan dengan dia adalah sesuatu yang harus kita hindari. Libatkan muhrim, keluarga, sahabat, orang tua atau orang yang kalian percaya saat bertemu.
Selanjutnya, bagaimana dengan percakapan melalui hp atau sosial media? Jika komunikasi tersebut diperlukan, maka lakukanlah komunikasi yang sopan, sesuai batasan dan tidak berlebihan. Usahakan didalam pikiran kita, Allah terus mengawasi, jangan sampai kita kelewat batas dalam proses komunikasi yang kita lakukan.

 > Get involved physically before marriage
Ya, jangan ada kontak fisik sebelum menikah. Seperti pegangan tangan, pelukan, bahkan mungkin lebih dari itu. Semua itu dilarang oleh islam. Di lingkungan saya, 'pegangan tangan' adalah hal umum, biasa di lakukan, itu adalah minimal dari proses pengenalan bertitle pacaran. Namun, yang biasa dilakukan tidak lantas menjadi pembenaran. Sesuatu yang besar di awali dari hal yang kecil. Oleh karenanya Allah memerintahkan kita untuk jangan mendekati zina, bukan saja jangan berzina bahkan mendekatinya pun dilarang. 


 Sumber gambar : islamicartdb

Susah kan? susah memang, apalagi godaan pacaran itu memang berat untuk ditinggalkan. bukan hanya bagi pria, wanita juga sama. Wanita kadang butuh perhatian, pujian, rasa aman dan mereka rela menukarnya dengan apa yang dibutuhkan pria, walaupun belumlah menjadi hak masing-masing untuk mendapatkanya. Jadi bersabarlah, setelah menikah, kalian akan menjadi halal satu sama lain.

> Ignore signs
Jangan mengabaikan tanda-tanda yang terlihat atau kalian dapatkan. Misalnya kalian melihat tanda bahwa dia adalah orang yang kasar dan mudah sekali melakukan kekerasan baik fisik maupun kata-kata atau dia berkata dia tidak merokok namun suatu saat kalian melihatnya merokok (dia berbohong) atau dia melakukan sesuatu yang aneh dan mencurigakan.
Cobalah menanyakan tentangnya dari teman-temanya, keluarganya, keluarga kita , teman-teman kita. Carilah sebanyak mungkin saran dari orang-orang yang kita percaya.
 
Ini videonya :::







Semoga bermanfaat ..




* Jika kalian bermasalah dengan perasaan jatuh cinta dan patah hati, namun belum siap untuk move on atau menikah --> Advice for those who are in love .

Cokelat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar